uji vitamin c dan kandungan boraks

 

LAPORAN PRAKTIKUM

Uji Vitamin C Pada Buah

Disusun oleh:

Yusnia                         (A1G010051)

Nur Habibah              (A1G010061) 

Yayuk Handayani     (A1G010071)

Indrawati                    (A1G010082)

Adi Fia Irawan (A1G100702)

 

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

 

 

PENGUJIAN KEBERADAAN VITAMIN C DALAM BUAH

 

TUJUAN

  1. Menjelaskan kegunaan larutan iodium dalam pengujian vitamin c
  2. Menentukan keberadaan vitamin C dalam berbagai buah.

 

ALAT DAN BAHAN

ALAT :

-          Tabung reaksi

-          Pipet tetes

-          Rak tabung reaksi

-          Plastik

-          Beker gelas

BAHAN :

-          Tablet vitamin c

-          Larutan iodium/larutan lugol

-          Asam sitrat

-          Air kelapa

-          Jeruk

-          Jambu air

-          Duku

-          Mangga

-          Tomat

-          Ale-ale

LANGKAH KERJA

-          Campurkan 20 tetes iodium dengan air sebanyak 1 sendok makan( larutan akan bewarna kekuning-kuningan ). Buat sebanyak sari buah yang mau di uji di tambah satu untuk di uji dengan vitamin C.

-          Haluskan tablet vitamin C menjadi bubuk, masukkan ½ dari bubuk tadi kedalam gelas yang telah diisi air sebanyak 4 sendok makan. Aduk hingga bubuk vitamin C melarut sempurna.

-          Buatlah sari buah dari buah yang akan di uji dengan cara memeras buah tersebut dan tempatkan di dalam wadah yang berbeda.

-          Teteskan larutan iodium pada vitamin C sehingga larutan bewarna bening. Hitunglah jumlsh tetes larutan yang digunakan.

-          Selanjutnya, tetesi sari buah yang pertama sebanyak tetesan iodium kedalam larutan vitamin C. ( ulangi poin ini untuk sari buah yang lainnya.

-          Catat hasil pengujian pada tabel.

 

HASIL PENGAMATAN

Tabel uji vitamin C pada buah

Bahan yang diuji

Warna larutan iodium

Yang mengandung

Vitamin C

Sebelum ditetesi

          Setelah ditetesi

Vitamin C

Kuning

Bening

ü

Sari tomat

Merah Orange

Bening

ü

Sari jeruk nipis

Putih

Bening

ü

Air kelapa

Putih

Cokelat Keruh

          -

Sari jambu air

Pink

Bening

ü

Asam sitrat

Putih

Putih

-

Sari duku

Putih

Cokelat Keruh

-

Ale-ale Jeruk

Kuning

Cokelat

-

Sari mangga

Kuning

Bening

ü

 

PEMBAHASAN

  1. a.      Landasan teori

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh dan berfungsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Bila dalam tubuh kebutuhan vitamin dan mineral mencukupi, maka segala jenis penyakit dapat dicegah. Mengkonsumsi vitamin C yang juga berfunsi sebagai antioksidan terbukti dapat menangkal virus-virus seperti virus flu, sehingga bila kita cukup memenuhi kebutuhan ini, maka kita akan lebih jarang mengalami flu.

Sejarah penemuan

Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Woman’s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.

Peranan vitamin C dalam tubuh

Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.

Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran.[1] Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%

Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

Konsumsi

Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C

Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN PRAKTIKUM

Uji Kandungan Boraks Pada Makanan

Disusun oleh:

Yusnia                         (A1G010051)

Nur Habibah              (A1G010061) 

Yayuk Handayani     (A1G010071)

Indrawati                    (A1G010082)

Adi Fia Irawan (A1G100702)

 

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

 

 

 

UJI MAKANAN YANG MENGANDUNG BORAKS

TUJUAN

-          Menguji kandungan boraks di dalam bahan makanan

-          Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki.

ALAT DAN BAHAN

Alat :

-          Cawan petri

-          Sendok plastik

-          Kantong Plastik putih

-          Pipet tetes

-          Alat penumbuk

-          Kain putih

-          Pisau

-          Spidol

Bahan

-          Kunyit

-          Boraks

-          Air

-          Mie kuning ( basah)

-          Kerupuk

-          Leo kripik kentang

-          Tahu putih

-          Tahu kuning ( sudah masak )

-          Kripik

-          Taro ( snack )

-          Tempe

-          Bihun

LANGKAH KERJA

-          Kupas kunyit, haluskan dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit tersebut dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit.

-          Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks ke dalam beberapa sendok teh air.( sesuai dengan kebutuhan )

-          Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan bewarna merah kecoklatan. Larutan merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan.

-          Tumbuklah contoh makanan yang akan di uji hingga halus, dan letakkan dalam cawan petri. Usahakan masing-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain.

-          Dengan menggunakan pipet, teteskanlah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

Catatan :

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.

HASIL UJI MAKANAN

hasil praktikum di masukkan dalam table berikut.

Tabel uji kandungan boraks dalam makanan

No

Jenis bahan

Kandungan boraks

+

-

1

Bihun

   
2

Keripik kentang Leo

   
3

Tahu putih

   
4

Tahu kuning

   
5

Krupuk semi jangek

   
6

Mi kuning (basah)

   
7

Tempe

   

 

 

PEMBAHASAN

Landasan Teori

Bahan tambahan makanan (aditif makanan) digunakan agar makanan tampak lebih menarik dan tahan lama; bahan tersebut dapat sebagai pengawet, pewarna, penyedap rasa dan aroma, anti oksidan, dan lain-lain. Jadi bahan tersebut tidak bernilai gizi, tetapi ditambahkan ke dalam makanan pada pembuatan atau pengangkutan untuk mempengaruhi atau mempertahankan sifat khas makanan tersebut.

Kebanyakan makanan yang dikemas mengandung bahan tambahan, yaitu suatu bahan yang dapat mengawetkan makanan atau merubahnya dengan berbagai teknik dan cara. Bahan Tambahan Makanan didefinisikan sebagai bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi, ditambahkan ke dalam makanan dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan (termasuk organoleptik) baik dalam proses pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, pengangkutan dan penyimpanan produk makanan olahan, agar menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu makanan yang lebih baik atau secara nyata mempengaruhi sifat khas makanan tersebut. Jadi kontaminan atau bahan-bahan lain yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu gizi bukan merupakan bahan makanan tambahan.

Bahan tambahan makanan digunakan di industri-industri makanan untuk meningkatkan mutu pangan olahan, dan penggunaan bahan tanbahan makanan tersebut dibenarkan apabila memiliki peranan sebagai berikut :

1. Untuk mempertahankan nilai gizi makanan

Sebagai contoh, penambahan bahan antioksidan seperti BHA (butil hidroksianisol) dalam pengolahan vitamin A akan mempertahankan potensi vitamin tersebut bila ditambahkan pada makanan.

2. Untuk orang tertentu yang memerlukan makanan diit

Misalnya penambahan bahan pemanis buatan seperti sakarin ke dalam makanan atau minuman, sehingga tidak menambah kalori ke dalam makanan tersebut.

3. Untuk mempertahankan mutu atau kestabilan makanan atau untuk memperbaiki sifat-sifat organoleptiknya hingga tidak menyimpang dari sifat alamiahnya, dan dapat membantu mengurangi makanan yang dibuang atau limbah.

4. Untuk keperluan pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pengemasan, dan pengangkutan.

5. Membuat makanan menjadi lebih menarik

Penggunaan bahan tambahan makanan seperti pewarna dan bahan pemantap tekstur memperbaiki bahan baku yang bervariasi sehingga nantinya produk akhir mempunyai penampakan, rasa, serta penampilan yang selalu sama setiap waktu.

Beberapa bahan tambahan makanan mempunyai pengaruh yang kurang baik terhadap kesehatan manusia; karena itu pe- merintah (Departemen Kesehatan) telah mengatur/menetapkan jenis-jenis bahan tambahan makanan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam pengolahan makanan .Salah satu bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan adalah asam borat dan garamnya natrium tetraborat (boraks).

Boraks berasal dari bahasa Arab yaitu Bouraq. Merupakan kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna putih, tidak berbau serta stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks bersifat mudah larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, pH : 9,5. Dalam air, boraks berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat.

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau serta stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks bersifat sedikit larut dalam air. Dalam air, boraks berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat.

Boraks merupakan garam Natrium Na2B4O7.10H2O yang banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik, pengontrol kecoak dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan campuran boraks.

Boraks digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik dan pengontrol kecoak. Boraks merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia, karena bisa menimbulkan efek racun, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin.

Boraks merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia, karena bisa menimbulkan efek racun, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin.
Yang membahayakan, boraks bisa diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, usus atau testis sehingga dosisnya dalam tubuh menjadi tinggi. Bila dikonsumsi menahun bisa menyebabkan kanker. Boraks juga sering disalahgunakan dalam pangan. Biasanya ditambahkan pada kerupuk, bakso, lontong dan lain-lain.Masyarakat awam mengenal boraks dengan nama Bleng atau Cetitet

Efek farmakologi dan toksisitas senyawa boron dalam boraks merupakan bakterisida lemah. Larutan jenuhnya tidak membunuh Staphylococcus aureus. Oleh karena toksisitas lemah sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet pangan. Walaupun demikian, pemakaian berulang atau absorpsi berlebihan dapat mengakibatkan toksik (keracunan). Gejala dapat berupa mual, muntah, diare, suhu tubuh menurun, lemah, sakit kepala, rash erythermatous, bahkan dapat menimbulkan shock. Kematian pada orang dewasa dapat terjadi dalam dosis 15 – 25 gram, sedangkan pada anak dosisi 5 – 6 gram.

Bahaya Boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lendir.

Pengaruh terhadap kesehatan :

a. Tanda dan gejala akut : Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan SyarafPusat)

b. Tanda dan gejala kronis

- Nafsu makan menurun

- Gangguan pencernaan

- Gangguan SSP : bingung dan bodoh

- Anemia, rambut rontok dan kanker.

Boraks merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk.Boraks juga sering disalahgunakan dalam pangan. Biasanya ditambahkan pada kerupuk, bakso, lontong, dan lain-lain. Bila boraks sering masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal, bahkan pingsan serta kematian.

Berikut ini terdapat beberapa ciri pangan yang mengandung boraks. Walaupun tidak terlampau khas namun dapat membantu membedakannya dari pangan tanpa boraks.

Mie Basah yang mengandung boraks :

  • Teksturnya sangat kenyal
  • Biasanya lebih mengkilat, tidak lengket dan tidak cepat putus.

Bakso mengandung boraks:

  • Teksturnya sangat kenyal
  • Warnanya tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan

Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks :

  • Teksturnya sangat kenyal
  • Berasa “tajam” semisal sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan memberikan rasa getir

Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks :

  • Teksturnya sangat renyah
  • Dapat memberikan rasa getir

Sikap dan tindakan konsumen supaya tidak salah memilih produk pangan yang mengandung boraks, konsumen harus lebih selektif. Berhati-hatilah memilih produk pangan yang akan dikonsumsi dengan cara tidak segan-segan menanyakan kepada penjual pangan, apakah produknya menggunakan boraks atau tidak. Waspadai produk tertentu yang sering menggunakan boraks dengan memperhatikan ciri-cirinya.

Pembahasan

Air kunyit banyak mengandung kurkumin (bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks di dalam makanan. Pada kondisi asam. Kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang bersifat basa, sehingga bila bercampur dengan kurkumin akan menimbulkan senyawa baru yang disebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Dalam pelaksanaan praktikum, sampel makanan yang digunakan untuk uji boraks adalah mie basah,bihun,kripik kentang leo, tahu putih, tahu kuning, krupuk semi jangek, dan tempe, yang nantinya dihaluskan. Semua bahan tersebut ditetesi dengan air kunyit sebagai indicator. Berdasarkan hasil praktikum, diperoleh hasil positif yang mengandung bahan pengawet boraks ditandai dengan warna merah kecoklatan atau mendekati warna tersebut. Itu semua terganting dari kadar boraks yang diberikan pada makanan tersebut. Berikut adalah hasil praktikum.

 

Tabel uji kandungan boraks dalam makanan

no Janis bahan Kandungan boraks

+

-
1 Bihun

+

 
2 Keripik kentang Leo

+

 
3 Tahu putih

-

 
4 Tahu kuning

+

 
5 Krupuk semi jangek

+

 
6 Mi kuning (basah)

+

 
7 Tempe

+

 

berikut adalah dokumentasi praktikum:

KESIMPULAN

 

Dalam pemeriksaan bahan makanan berupa mie basah,bihun,kripik kentang leo, tahu putih, tahu kuning, krupuk semi jangek, dan tempe, dapat disimpulkan bahwa didalam makanan tersebut sebagian besar terdapat zat atau bahan pengawet yaitu berupa boraks yang dapat membahayakan bagi kesehatan.

daftar rujukan

http://klubpompi.multiply.com/journal/item/17/Boraks_Bisa_Merusak_Otak

http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0601/12/173411.htm

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08DeteksidanEvaluasiKeberadaanBroaks120.pdf/08DeteksidanEvaluasiKeberadaanBroaks120.html

http://wowsalman.blogspot.com/2006/01/bahaya-formalin-dan-boraks.html

Cahyadi, Wisnu. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : PT Bumi Aksara

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s