“Fotosintesis”

LAPORAN PRAKTIKUM

“Fotosintesis”

Disusun oleh:

Yusnia                           (A1G010051)

   Nur Habibah              (A1G010061) 

  Yayuk Handayani  (A1G010071)

     Indrawati                    (A1G010082)

      Adi Fia Irawan         (A1G100702)

 

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

 

FOTOSINTESIS

 

TUJUAN KEGIATAN

  1. Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan
  2. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas
  3. Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan
  4. Untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum atau zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau dengan bantuan sinar matahar.

ALAT DAN BAHAN

A. Pembuktian bahwa fotosintesis menghasilkan gas

-          Botol minuman bekas yang bening

-          Pipa / selang bening

-          Air

-          Tumbuhan air seperti hydrilla

-          Plastisin

-          Stopwach

B. Pembuktian ada tidaknya zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau

-          Daun bayam

-          Kertas karbon atau kertas aluminium foil

-          Alkohol 40%

-          Larutan iodium atau lugol

-          Spiritus(putih)

-          Lampu spiritus/benzen

-          Tungku lampu

-          Tabung elmeyer

-          Tabung reaksi

-          Penjepit tabung reaksi

-          Cawan petri

-          Pinset

-          Air

-          Korek api

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

             A. Pembuktian bahwa fotosintesis menghasilkan gas

  • Buatlah lubang pada tutup botol bening tersebut
  • Berikan air pada botol bekas
  • Masukan hydrilla kedalam pipa bening beberapa batang, beri rongga pada pipa bening tersebut.
  • kemudian masukan kedalam botol bekas bening tadi
  • Tutup celah-celah botol bekas lubang/tempat masuknya pipa kedalam botol dengan plastisin.
  • Sedot air dan tahan air agar tetap di posisi tengah pipa, kemudian tutp ujung pipa bagian luar tadi dengan plastisin.
  • Hitunglah gelembung udara dari tumbuhan Hydrilla pada pagi hari , siang hari, dan sore, masing-masing selama 1 menit dengan menggunakan stopwach
    B.  Pembuktian ada tidaknya zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau
  • Pada pagi hari sebelum matahari terbit ( 1 hari sebelum praktik ) pilihlah 1 daun bayam. Tutuplah seluruh permukaan daun dengan kertas karbon, pastikan cahaya matahari tidak menembus daun tersebut.
  • Petiklah daun yang dibungkus kertas karbon, dan petik juga 1 daun yang tidak terbungkus kertas karbon.
  • Nyalakan lampu spiritus, letakkan tabung elmeyer diatas tungku, kemudian masak air hingga mendidih.
  • Masukkan kedua daun tersebut kedalam air yang mendidih. Rebus daun tersebut sampai layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi. Pada sel-sel yang sudah mati alkohol dan iodium lebih mudah menembus daun.
  • Isilah gelas kimia dengan alkohol, masukkan sampel kedua daun yang telah direbus ke dalam gelas kimia.
  • Masukkan gelas kimia berisi alkohol dan daun rebusan tersebut ke dalam gelas elmeyer yang berisi air. Didihkan alkohol tersebut sampai daun terlihat pucat dan alkoholnya bewarna hijau. Tujuannya untuk melarutkan klorofil agar lebih mudah bereaksi dengan iodium.
  • Setelah daun bewarna pucat, ambillah daun dan celupkan kedalam air agar daun bersih dari alkohol dan kaku.
  • Letakkan daun kedalam cawan petri kemudian tetesi dengan iodium secara merata. Tujuannya adalah untuk menguji apakah di dalam daun tersebut terdapat zat tepung atau tidak. Zat tepung bila diberi alkohol akan terbentuk iodamilum yang bewarna biru sampai hitam..

 

HASIL PENGAMATAN

Hasil yang didapatkan setelah melakukan percobaan adalah :

Hari

Waktu

Jumlah gelembung

Keterangan Cuaca

Senin 1 menit pertama (jam 08:00-08:01)

70

 Panas berawan
1 menit kedua  (jam 13:00-13:01)

110

 Panas
1 menit ketiga (jam 16:00-16:01)

30

 Mendung berawan

 

PEMBAHASAN

a.    Landasan Teori

Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya unntuk hidup dan pertumbuhan.

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengoubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas.

Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disasimilasi) di mana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses – proses kehidupan.

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).

Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).

Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut  ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Fotosistem ada dua macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri, 2000).

Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan :

Kloropil

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi

Sinar matahari

Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000).

Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :

1. Reaksi Terang

Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon, 1989).

2. Reaksi gelap

Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu:

a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.

b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).

c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1.Ketersediaan air

Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

2. Intensitas cahaya

Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.

3.Konsentrasi karbondioksida (CO2)

Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

b.   Pembahasan Hasil Pengamatan

 

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam akua bekas yang ditutup dan diberi pipa yang ujungnya ditutup dengan plastisin dan kemudian diisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit.

Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi dari pada yang tidak langsung. Hal ini akan memepengaruhi jumlah gelembung gas yang dihasilkan pada fotosintesis tumbuhan Hydrilla. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Selain cahaya matahari, cahaya lampu, dan cahaya warna tertentu dapat merangsang dihasilkannya gelembung gas. Warna nila dan merah dari cahaya lampu dapat mempercepat penghasilan gas. Oleh karena itu, umumnya akuarium dilengkapi dengan lampu ungu agar tumbuhan didalamnya menghasilkan gelembung gas.

Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen. Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada ruangan yang gelap lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.

Percobaan kedua yaitu penentuan karbohidrat pada fotosintesis pada daun tumbuhan berupa daun bayam. Percobaan ini dilakukan pada daun yang segar dan dibungkus dengan kertas karbon kurang lebih 12 jam, kemudian daun tersebut dimasukkan kedalam air panas setelah dilepas dari pohonnya yang bertujuan untuk mematikan sel-sel yang ada. Setelah direbus kemudian daun dimasukkan kedalam larutan alkohol agar klorofil pada daun tersebut larut sehingga warna daun berubah menjadi pucat, daun yang telah dimasukkan kedalam alkohol tadi kemudian dimasukkan kembali ke dalam air panas dan selanjutnya tetesi dengan lugol dan kemudian diangkat.

Dari hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna cokelat tua. Warna cokelat tua menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan iod .

Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis, dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang, maka akan membuat perubahan pada daun. Secara garis besar dapat dikatakan stomata akan berperan sebagai pengatur penguapan dalam peristiwa fotosintesis.

DAFTAR RUJUKAN
Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.
Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Ingin Artikel Ini..??

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s