uji vitamin c dan kandungan boraks

 

LAPORAN PRAKTIKUM

Uji Vitamin C Pada Buah

Disusun oleh:

Yusnia                         (A1G010051)

Nur Habibah              (A1G010061) 

Yayuk Handayani     (A1G010071)

Indrawati                    (A1G010082)

Adi Fia Irawan (A1G100702)

 

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

 

 

PENGUJIAN KEBERADAAN VITAMIN C DALAM BUAH

 

TUJUAN

  1. Menjelaskan kegunaan larutan iodium dalam pengujian vitamin c
  2. Menentukan keberadaan vitamin C dalam berbagai buah.

 

ALAT DAN BAHAN

ALAT :

-          Tabung reaksi

-          Pipet tetes

-          Rak tabung reaksi

-          Plastik

-          Beker gelas

BAHAN :

-          Tablet vitamin c

-          Larutan iodium/larutan lugol

-          Asam sitrat

-          Air kelapa

-          Jeruk

-          Jambu air

-          Duku

-          Mangga

-          Tomat

-          Ale-ale

LANGKAH KERJA

-          Campurkan 20 tetes iodium dengan air sebanyak 1 sendok makan( larutan akan bewarna kekuning-kuningan ). Buat sebanyak sari buah yang mau di uji di tambah satu untuk di uji dengan vitamin C.

-          Haluskan tablet vitamin C menjadi bubuk, masukkan ½ dari bubuk tadi kedalam gelas yang telah diisi air sebanyak 4 sendok makan. Aduk hingga bubuk vitamin C melarut sempurna.

-          Buatlah sari buah dari buah yang akan di uji dengan cara memeras buah tersebut dan tempatkan di dalam wadah yang berbeda.

-          Teteskan larutan iodium pada vitamin C sehingga larutan bewarna bening. Hitunglah jumlsh tetes larutan yang digunakan.

-          Selanjutnya, tetesi sari buah yang pertama sebanyak tetesan iodium kedalam larutan vitamin C. ( ulangi poin ini untuk sari buah yang lainnya.

-          Catat hasil pengujian pada tabel.

 

HASIL PENGAMATAN

Tabel uji vitamin C pada buah

Bahan yang diuji

Warna larutan iodium

Yang mengandung

Vitamin C

Sebelum ditetesi

          Setelah ditetesi

Vitamin C

Kuning

Bening

ü

Sari tomat

Merah Orange

Bening

ü

Sari jeruk nipis

Putih

Bening

ü

Air kelapa

Putih

Cokelat Keruh

          -

Sari jambu air

Pink

Bening

ü

Asam sitrat

Putih

Putih

-

Sari duku

Putih

Cokelat Keruh

-

Ale-ale Jeruk

Kuning

Cokelat

-

Sari mangga

Kuning

Bening

ü

 

PEMBAHASAN

  1. a.      Landasan teori

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh dan berfungsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Bila dalam tubuh kebutuhan vitamin dan mineral mencukupi, maka segala jenis penyakit dapat dicegah. Mengkonsumsi vitamin C yang juga berfunsi sebagai antioksidan terbukti dapat menangkal virus-virus seperti virus flu, sehingga bila kita cukup memenuhi kebutuhan ini, maka kita akan lebih jarang mengalami flu.

Sejarah penemuan

Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Woman’s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.

Peranan vitamin C dalam tubuh

Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.

Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran.[1] Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%

Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

Konsumsi

Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C

Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN PRAKTIKUM

Uji Kandungan Boraks Pada Makanan

Disusun oleh:

Yusnia                         (A1G010051)

Nur Habibah              (A1G010061) 

Yayuk Handayani     (A1G010071)

Indrawati                    (A1G010082)

Adi Fia Irawan (A1G100702)

 

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

 

 

 

UJI MAKANAN YANG MENGANDUNG BORAKS

TUJUAN

-          Menguji kandungan boraks di dalam bahan makanan

-          Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki.

ALAT DAN BAHAN

Alat :

-          Cawan petri

-          Sendok plastik

-          Kantong Plastik putih

-          Pipet tetes

-          Alat penumbuk

-          Kain putih

-          Pisau

-          Spidol

Bahan

-          Kunyit

-          Boraks

-          Air

-          Mie kuning ( basah)

-          Kerupuk

-          Leo kripik kentang

-          Tahu putih

-          Tahu kuning ( sudah masak )

-          Kripik

-          Taro ( snack )

-          Tempe

-          Bihun

LANGKAH KERJA

-          Kupas kunyit, haluskan dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit tersebut dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit.

-          Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks ke dalam beberapa sendok teh air.( sesuai dengan kebutuhan )

-          Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan bewarna merah kecoklatan. Larutan merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan.

-          Tumbuklah contoh makanan yang akan di uji hingga halus, dan letakkan dalam cawan petri. Usahakan masing-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain.

-          Dengan menggunakan pipet, teteskanlah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

Catatan :

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.

HASIL UJI MAKANAN

hasil praktikum di masukkan dalam table berikut.

Tabel uji kandungan boraks dalam makanan

No

Jenis bahan

Kandungan boraks

+

-

1

Bihun

   
2

Keripik kentang Leo

   
3

Tahu putih

   
4

Tahu kuning

   
5

Krupuk semi jangek

   
6

Mi kuning (basah)

   
7

Tempe

   

 

 

PEMBAHASAN

Landasan Teori

Bahan tambahan makanan (aditif makanan) digunakan agar makanan tampak lebih menarik dan tahan lama; bahan tersebut dapat sebagai pengawet, pewarna, penyedap rasa dan aroma, anti oksidan, dan lain-lain. Jadi bahan tersebut tidak bernilai gizi, tetapi ditambahkan ke dalam makanan pada pembuatan atau pengangkutan untuk mempengaruhi atau mempertahankan sifat khas makanan tersebut.

Kebanyakan makanan yang dikemas mengandung bahan tambahan, yaitu suatu bahan yang dapat mengawetkan makanan atau merubahnya dengan berbagai teknik dan cara. Bahan Tambahan Makanan didefinisikan sebagai bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi, ditambahkan ke dalam makanan dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan (termasuk organoleptik) baik dalam proses pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, pengangkutan dan penyimpanan produk makanan olahan, agar menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu makanan yang lebih baik atau secara nyata mempengaruhi sifat khas makanan tersebut. Jadi kontaminan atau bahan-bahan lain yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu gizi bukan merupakan bahan makanan tambahan.

Bahan tambahan makanan digunakan di industri-industri makanan untuk meningkatkan mutu pangan olahan, dan penggunaan bahan tanbahan makanan tersebut dibenarkan apabila memiliki peranan sebagai berikut :

1. Untuk mempertahankan nilai gizi makanan

Sebagai contoh, penambahan bahan antioksidan seperti BHA (butil hidroksianisol) dalam pengolahan vitamin A akan mempertahankan potensi vitamin tersebut bila ditambahkan pada makanan.

2. Untuk orang tertentu yang memerlukan makanan diit

Misalnya penambahan bahan pemanis buatan seperti sakarin ke dalam makanan atau minuman, sehingga tidak menambah kalori ke dalam makanan tersebut.

3. Untuk mempertahankan mutu atau kestabilan makanan atau untuk memperbaiki sifat-sifat organoleptiknya hingga tidak menyimpang dari sifat alamiahnya, dan dapat membantu mengurangi makanan yang dibuang atau limbah.

4. Untuk keperluan pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pengemasan, dan pengangkutan.

5. Membuat makanan menjadi lebih menarik

Penggunaan bahan tambahan makanan seperti pewarna dan bahan pemantap tekstur memperbaiki bahan baku yang bervariasi sehingga nantinya produk akhir mempunyai penampakan, rasa, serta penampilan yang selalu sama setiap waktu.

Beberapa bahan tambahan makanan mempunyai pengaruh yang kurang baik terhadap kesehatan manusia; karena itu pe- merintah (Departemen Kesehatan) telah mengatur/menetapkan jenis-jenis bahan tambahan makanan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam pengolahan makanan .Salah satu bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan adalah asam borat dan garamnya natrium tetraborat (boraks).

Boraks berasal dari bahasa Arab yaitu Bouraq. Merupakan kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna putih, tidak berbau serta stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks bersifat mudah larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, pH : 9,5. Dalam air, boraks berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat.

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau serta stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks bersifat sedikit larut dalam air. Dalam air, boraks berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat.

Boraks merupakan garam Natrium Na2B4O7.10H2O yang banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik, pengontrol kecoak dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan campuran boraks.

Boraks digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik dan pengontrol kecoak. Boraks merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia, karena bisa menimbulkan efek racun, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin.

Boraks merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia, karena bisa menimbulkan efek racun, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin.
Yang membahayakan, boraks bisa diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, usus atau testis sehingga dosisnya dalam tubuh menjadi tinggi. Bila dikonsumsi menahun bisa menyebabkan kanker. Boraks juga sering disalahgunakan dalam pangan. Biasanya ditambahkan pada kerupuk, bakso, lontong dan lain-lain.Masyarakat awam mengenal boraks dengan nama Bleng atau Cetitet

Efek farmakologi dan toksisitas senyawa boron dalam boraks merupakan bakterisida lemah. Larutan jenuhnya tidak membunuh Staphylococcus aureus. Oleh karena toksisitas lemah sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet pangan. Walaupun demikian, pemakaian berulang atau absorpsi berlebihan dapat mengakibatkan toksik (keracunan). Gejala dapat berupa mual, muntah, diare, suhu tubuh menurun, lemah, sakit kepala, rash erythermatous, bahkan dapat menimbulkan shock. Kematian pada orang dewasa dapat terjadi dalam dosis 15 – 25 gram, sedangkan pada anak dosisi 5 – 6 gram.

Bahaya Boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lendir.

Pengaruh terhadap kesehatan :

a. Tanda dan gejala akut : Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan SyarafPusat)

b. Tanda dan gejala kronis

- Nafsu makan menurun

- Gangguan pencernaan

- Gangguan SSP : bingung dan bodoh

- Anemia, rambut rontok dan kanker.

Boraks merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk.Boraks juga sering disalahgunakan dalam pangan. Biasanya ditambahkan pada kerupuk, bakso, lontong, dan lain-lain. Bila boraks sering masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal, bahkan pingsan serta kematian.

Berikut ini terdapat beberapa ciri pangan yang mengandung boraks. Walaupun tidak terlampau khas namun dapat membantu membedakannya dari pangan tanpa boraks.

Mie Basah yang mengandung boraks :

  • Teksturnya sangat kenyal
  • Biasanya lebih mengkilat, tidak lengket dan tidak cepat putus.

Bakso mengandung boraks:

  • Teksturnya sangat kenyal
  • Warnanya tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan

Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks :

  • Teksturnya sangat kenyal
  • Berasa “tajam” semisal sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan memberikan rasa getir

Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks :

  • Teksturnya sangat renyah
  • Dapat memberikan rasa getir

Sikap dan tindakan konsumen supaya tidak salah memilih produk pangan yang mengandung boraks, konsumen harus lebih selektif. Berhati-hatilah memilih produk pangan yang akan dikonsumsi dengan cara tidak segan-segan menanyakan kepada penjual pangan, apakah produknya menggunakan boraks atau tidak. Waspadai produk tertentu yang sering menggunakan boraks dengan memperhatikan ciri-cirinya.

Pembahasan

Air kunyit banyak mengandung kurkumin (bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks di dalam makanan. Pada kondisi asam. Kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang bersifat basa, sehingga bila bercampur dengan kurkumin akan menimbulkan senyawa baru yang disebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Dalam pelaksanaan praktikum, sampel makanan yang digunakan untuk uji boraks adalah mie basah,bihun,kripik kentang leo, tahu putih, tahu kuning, krupuk semi jangek, dan tempe, yang nantinya dihaluskan. Semua bahan tersebut ditetesi dengan air kunyit sebagai indicator. Berdasarkan hasil praktikum, diperoleh hasil positif yang mengandung bahan pengawet boraks ditandai dengan warna merah kecoklatan atau mendekati warna tersebut. Itu semua terganting dari kadar boraks yang diberikan pada makanan tersebut. Berikut adalah hasil praktikum.

 

Tabel uji kandungan boraks dalam makanan

no Janis bahan Kandungan boraks

+

-
1 Bihun

+

 
2 Keripik kentang Leo

+

 
3 Tahu putih

-

 
4 Tahu kuning

+

 
5 Krupuk semi jangek

+

 
6 Mi kuning (basah)

+

 
7 Tempe

+

 

berikut adalah dokumentasi praktikum:

KESIMPULAN

 

Dalam pemeriksaan bahan makanan berupa mie basah,bihun,kripik kentang leo, tahu putih, tahu kuning, krupuk semi jangek, dan tempe, dapat disimpulkan bahwa didalam makanan tersebut sebagian besar terdapat zat atau bahan pengawet yaitu berupa boraks yang dapat membahayakan bagi kesehatan.

daftar rujukan

http://klubpompi.multiply.com/journal/item/17/Boraks_Bisa_Merusak_Otak

http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0601/12/173411.htm

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08DeteksidanEvaluasiKeberadaanBroaks120.pdf/08DeteksidanEvaluasiKeberadaanBroaks120.html

http://wowsalman.blogspot.com/2006/01/bahaya-formalin-dan-boraks.html

Cahyadi, Wisnu. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : PT Bumi Aksara

 

“Fotosintesis”

LAPORAN PRAKTIKUM

“Fotosintesis”

Disusun oleh:

Yusnia                           (A1G010051)

   Nur Habibah              (A1G010061) 

  Yayuk Handayani  (A1G010071)

     Indrawati                    (A1G010082)

      Adi Fia Irawan         (A1G100702)

 

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

 

FOTOSINTESIS

 

TUJUAN KEGIATAN

  1. Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan
  2. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas
  3. Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan
  4. Untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum atau zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau dengan bantuan sinar matahar.

ALAT DAN BAHAN

A. Pembuktian bahwa fotosintesis menghasilkan gas

-          Botol minuman bekas yang bening

-          Pipa / selang bening

-          Air

-          Tumbuhan air seperti hydrilla

-          Plastisin

-          Stopwach

B. Pembuktian ada tidaknya zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau

-          Daun bayam

-          Kertas karbon atau kertas aluminium foil

-          Alkohol 40%

-          Larutan iodium atau lugol

-          Spiritus(putih)

-          Lampu spiritus/benzen

-          Tungku lampu

-          Tabung elmeyer

-          Tabung reaksi

-          Penjepit tabung reaksi

-          Cawan petri

-          Pinset

-          Air

-          Korek api

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

             A. Pembuktian bahwa fotosintesis menghasilkan gas

  • Buatlah lubang pada tutup botol bening tersebut
  • Berikan air pada botol bekas
  • Masukan hydrilla kedalam pipa bening beberapa batang, beri rongga pada pipa bening tersebut.
  • kemudian masukan kedalam botol bekas bening tadi
  • Tutup celah-celah botol bekas lubang/tempat masuknya pipa kedalam botol dengan plastisin.
  • Sedot air dan tahan air agar tetap di posisi tengah pipa, kemudian tutp ujung pipa bagian luar tadi dengan plastisin.
  • Hitunglah gelembung udara dari tumbuhan Hydrilla pada pagi hari , siang hari, dan sore, masing-masing selama 1 menit dengan menggunakan stopwach
    B.  Pembuktian ada tidaknya zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau
  • Pada pagi hari sebelum matahari terbit ( 1 hari sebelum praktik ) pilihlah 1 daun bayam. Tutuplah seluruh permukaan daun dengan kertas karbon, pastikan cahaya matahari tidak menembus daun tersebut.
  • Petiklah daun yang dibungkus kertas karbon, dan petik juga 1 daun yang tidak terbungkus kertas karbon.
  • Nyalakan lampu spiritus, letakkan tabung elmeyer diatas tungku, kemudian masak air hingga mendidih.
  • Masukkan kedua daun tersebut kedalam air yang mendidih. Rebus daun tersebut sampai layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi. Pada sel-sel yang sudah mati alkohol dan iodium lebih mudah menembus daun.
  • Isilah gelas kimia dengan alkohol, masukkan sampel kedua daun yang telah direbus ke dalam gelas kimia.
  • Masukkan gelas kimia berisi alkohol dan daun rebusan tersebut ke dalam gelas elmeyer yang berisi air. Didihkan alkohol tersebut sampai daun terlihat pucat dan alkoholnya bewarna hijau. Tujuannya untuk melarutkan klorofil agar lebih mudah bereaksi dengan iodium.
  • Setelah daun bewarna pucat, ambillah daun dan celupkan kedalam air agar daun bersih dari alkohol dan kaku.
  • Letakkan daun kedalam cawan petri kemudian tetesi dengan iodium secara merata. Tujuannya adalah untuk menguji apakah di dalam daun tersebut terdapat zat tepung atau tidak. Zat tepung bila diberi alkohol akan terbentuk iodamilum yang bewarna biru sampai hitam..

 

HASIL PENGAMATAN

Hasil yang didapatkan setelah melakukan percobaan adalah :

Hari

Waktu

Jumlah gelembung

Keterangan Cuaca

Senin 1 menit pertama (jam 08:00-08:01)

70

 Panas berawan
1 menit kedua  (jam 13:00-13:01)

110

 Panas
1 menit ketiga (jam 16:00-16:01)

30

 Mendung berawan

 

PEMBAHASAN

a.    Landasan Teori

Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya unntuk hidup dan pertumbuhan.

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengoubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas.

Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disasimilasi) di mana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses – proses kehidupan.

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).

Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).

Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut  ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Fotosistem ada dua macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri, 2000).

Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan :

Kloropil

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi

Sinar matahari

Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000).

Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :

1. Reaksi Terang

Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon, 1989).

2. Reaksi gelap

Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu:

a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.

b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).

c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1.Ketersediaan air

Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

2. Intensitas cahaya

Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.

3.Konsentrasi karbondioksida (CO2)

Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

b.   Pembahasan Hasil Pengamatan

 

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam akua bekas yang ditutup dan diberi pipa yang ujungnya ditutup dengan plastisin dan kemudian diisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit.

Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi dari pada yang tidak langsung. Hal ini akan memepengaruhi jumlah gelembung gas yang dihasilkan pada fotosintesis tumbuhan Hydrilla. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Selain cahaya matahari, cahaya lampu, dan cahaya warna tertentu dapat merangsang dihasilkannya gelembung gas. Warna nila dan merah dari cahaya lampu dapat mempercepat penghasilan gas. Oleh karena itu, umumnya akuarium dilengkapi dengan lampu ungu agar tumbuhan didalamnya menghasilkan gelembung gas.

Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen. Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada ruangan yang gelap lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.

Percobaan kedua yaitu penentuan karbohidrat pada fotosintesis pada daun tumbuhan berupa daun bayam. Percobaan ini dilakukan pada daun yang segar dan dibungkus dengan kertas karbon kurang lebih 12 jam, kemudian daun tersebut dimasukkan kedalam air panas setelah dilepas dari pohonnya yang bertujuan untuk mematikan sel-sel yang ada. Setelah direbus kemudian daun dimasukkan kedalam larutan alkohol agar klorofil pada daun tersebut larut sehingga warna daun berubah menjadi pucat, daun yang telah dimasukkan kedalam alkohol tadi kemudian dimasukkan kembali ke dalam air panas dan selanjutnya tetesi dengan lugol dan kemudian diangkat.

Dari hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna cokelat tua. Warna cokelat tua menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan iod .

Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis, dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang, maka akan membuat perubahan pada daun. Secara garis besar dapat dikatakan stomata akan berperan sebagai pengatur penguapan dalam peristiwa fotosintesis.

DAFTAR RUJUKAN
Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.
Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Ingin Artikel Ini..??

PENGAMATAN SEL DENGAN MENGGUNAKAN MIKROSKOP

Laporan Pratikum

“MIKROSKOP DAN SEL”

Disusun OLEH:

NURHABIBAH                     (A1G010061)

YUSNIA                                 (A1G010051)

INDRAWATI                         (A1G010082)

YAYUK HANDAYANI        (A1G010071)

ADI FIANSYAH                   (A1G100702)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

 

MIKROSKOP DAN SEL

TUJUAN          

1.Mahasiswa dapat mengenali komponen-komponen mikroskop

2.Mahasiswa dapat menggunakan mikroskop

3.Mahasiswa dapat membedakan sel hidup dengan sel mati

4.Mahasiswa dapat mengenali organela-organela sel

5.Mahasiswa dapat membedakan sel hewan dengan sel tumbuhan.

ALAT DAN BAHAN

a.      Alat :

  • Mikroskop
  • Kaca Preparat
  • Kaca Penutup
  • Silet
  • Pinset
  • Tisu atau Lap
  • Tusuk gigi
  • Cawan petri

b.   Bahan :

  • Gabus singkong
  • Bawang merah
  • Daun
  •  Air
  • Blue Metil

LANGKAH KERJA

             a.      Pengamatan sela mati pada sel gabus

  • mengamati sayatan gabus singkong
  • Sayatlah gabus singkong setipis mungking secara melintang
  • Letakkan sayatan pada kaca preparat
  • Tetesi sayatan dengan metilin blue
  • Tutup sayatan dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
    b.      Mengamati Epidermis Bawang Merah
  • Ambilah satu suing bawang merah
  • Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin
  • Letakkan lapisan tersebut pada kaca preparat
  • Tetesi lapisan tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat bawang merah tersebut melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu.
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampak pada preparat
    c.       Mengamati epitel mulut
  • Goreskan tusuk gigi pada pipi bagian dalam mulutmu.
  • Letakkan hasil goresan tusuk gigi tersebut pada kaca preparat
  • Tetesi hasil goresan tusuk gigi tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat tersebut melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu.
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampak pada preparat
    d.      Mengamati epidermis bawah daun Rheodiscolours
  • Ambil daun Rhoeo discolor
  • Kemudian secara perlahan kelupas atau buat sayatan tipis lapisan bawah daun.
  • Letakkan sayatan tersebut pada kaca objek,
  • Tetesi dengan setetes aquades lalu tutup dengan kaca penutup.
  • Letakkan preparat tersebut di meja mikroskop cahaya

DATA HASIL PENGAMATAN

Setelah melakukan pengamatan dan berhasil menemukan struktur sel, kemudian di gambar sesuai bentuk sel yang diamati, berikut adalah gambar hasil pengamatan beserta keterangannya.

a.      Gambar sel mati pada sel gabus

 

 b.      Gambar Epidermis Bawang Merah

Sel Kulit Bawang

 

  1. c.       Gambar Epidermis Mulut

 

 

Sel Epitel Kulit Dalam Pipi

 

 

d.      Gambar Roe Discolour

 

 

 

PEMBAHASAN

A.    Landasan Teori

1.      Mikroskop

Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktikum biologi disekolah. Mikroskop berfungsi untuk melihat benda-benda atau organisme yang berukuran sangat kecil. Jenis mikroskop yang banyak digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju. Ada beberapa mikroskop yang kita kenal, yaitu mikroskop sederhana, mikroskop monokuler, mikroskop vesekontras dan mikroskop elektron.

Dari berbagai mikroskop itu mikroskop elektron yang memiliki perbesaran paling tinggi, dapat memperbesar benda sampai 500000 kali. Mikroskop ini menggunakan elektron sebagai ganti cahaya pada mikroskop cahaya.

Satuan yang biasanya digunakan pada objek yang dilihat melalui mikroskop adalah adalah mikron (1 milimeter= 1000 mikron). Perbesaran total didapat dari hasil perkalian perbesaran lensa objektif dengan lensa okuler. Misalnya: pengamatan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran 40x dan lensa okuler dengan perbeseran 10 kali. Maka perbesaran total adalah = 10×40=400 kali ukuran semula.

Bagian-bagian mikroskop :

  1. Lensa Okuler
  2. Tabung Mikroskop
  3. Tombol pengatur fokus kasar
  4. Tombol pengatur fokus halus
  5. Revolver
  6. Lensa Objektif
  7. Lengan mikroskop
  8. Meja Preparat
  9. Penjepit objek gelas
  10. Kondensor
  11. Diafragma
  12. Reflektor/cremin
  13. Kaki mekroskop

Fungsi bagian-bagian mikroskop

1. Lensa Okuler

Untuk memperbersar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.

2 . Tabung mikroskop

Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan

3. Tombol pengatur fokus kasar

Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat

4.Tombol pengatur fokus halus

Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun tau naik dengan lambat.

5.Revolver

Untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan

6.Lensa Objektif

Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lenso objektif dengan pembesaran 4 kali, 10 kali, dan 40 kali.

7. Lengan mikroskop

Untuk pegangan saat membawa mikroskop

8. Meja preparat

Untuk meletakkan objek (benda) yang akan di amati

9. Penjepit objek gelas

Untuk menjepit preparat diatas meja preparat agar preparat tidak bergeser.

10.Kondensor

Merupaka lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop

11.Diafragma

Berupa lobang-lobnag yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.

12. Reflektor/Cermin

Unutk memantulakan dan mngerahkan cahaya kedalam mikroskop. Ada dua jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunkan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat , misalnya snar cahaya matahri, digunakan cermin datar.

2.           Sel

Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.

1.      Robert Hooke (1635-1703)

Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.

2.      Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)

  1. Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang
    menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel.

Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.

3.      Felix Durjadin dan Johannes Purkinye

Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.

4.      Max Schultze (1825-1874)

Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup. Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:

a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;

b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;

c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;

d. sel merupakan unit hereditas.

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan.semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Oleh karena itu, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kehidupannya terpenuhi.

Semua organisme selular terbagi kedalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota. Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar, yaitu eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea. Kelompok prokariota sangat mirip dengan bakteri dan berkembang biak dilingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung garamyang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein lain.

Hewan tingkat tinggi tergolong kedalam organisme eukariota. Sel pada hewan memiliki beberapa organela yang dipisah oleh membran, yaitu: reticulum endoplasma, mitokondria, ribosom, lisosom.

Tumbuhan juga tergolong kedalam organisme eukariota. Namun sel tumbuhan sedikit berbeda dengan sel hewan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel dan organela untuk fotosintesis, dan kloroplas.

B.     HASIL PENGAMATAN

Sel adalah suatu susunan atau unit terkecil yang menyusun mahluk hidup. Di dalam sel terjadi berbagai kegiatan kehidupan seperti makan, mengeluarkan zat sisa, bernafas, berkembangbiak, dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Oleh sebab itu, sel disebut juga unit fungsional terkecil dari kehidupan. Namun pada sel mati, sel tidak melakukan kegiatan kehidupan. Bila diamati di bawah mikroskop, pada sel mati akan terlihat ruang-ruang kosong. Hal ini disebabkan karena protoplasma telah mati (mengering). Sedangkan pada sel hidup akan mengandung protoplasma yang mencangkup sitoplasma yang berisi organel-organel, seperti inti sel, plastida, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, diktiosom dan mikrobodi.

Dengan menggambar dan memberikan nama pada setiap bagiannya tentunya kita dapat melakukan sebuah pembahasan pada sel mati, sel hidup, sel tumbuhan dan sel hewan.

  1. Pada sel mati hanya terdapat dinding sel sementara bagian yang lain kosong
  2. Selain itu bentuknya seperti segi lima atau segi enam
  3.  Sementara pada hidup (bawang merah), memiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma
  4. Berwarna merah muda pada bagian selnya karena mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas.
  5. Dan pada epitel, mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma
  6. Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup
  7. Sementara pada sel mati( gabus batang singkong) tidak lagi berperan bagi kehidupan
  8. Pengamatan epitel mukosa mulut memperlihatkan bentuk sel yang tidak beraturan. Sel-sel penyusun epitel mukosa mulut berbentuk tidak teratur. Dari hasil pengamatan, sel mukosa mulut juga tidak memperlihatkan suatu warna yang khas, sehingga hanya terlihat polos tanpa ada warna-warna lain yang lebih mencolok.
  9. Berdasarkan hasil pengamatan pada sel tumbuhan terdapat butiran-butiran berwarna hijau pada sel tumbuhan tersebut yang disebut plastida. Plastida adalah organel yang meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Plastida  berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas.

 

KESIMPULAN

Setelah mengamati bentuk sel dari beberapa jenis sampel dan membandingkannya dengan teori yang didapat dari berbagai sumber dapat diambil suatu kesimpulan yaitu :

  1. Suatu sel dikatakan mati apabila pada saat  dilihat di bawah mikroskop memiliki ruang-ruang kosong pada protoplasmanya, karena sel yang hidup memiliki isi pada protoplasmanya. Sel mati tersebut ditunjukan pada pengamatan sayatan gabus singkong.
  2. Suatu sel dikatakan hidup apabila mengandung protoplasma yang mencakup sitoplasma yang berisi organel-organel, seperti inti sel, plastida, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, diktiosom dan mikrobodi.
  3. Terdapat beberapa perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan berdasarkan pengamatan yaitu :
Sel tumbuhan Sel hewan
Memiliki bentuk sel yang khas Tidak memiliki bentuk sel yang khas
Sel lebih teratur, dan tersusun rapi karena adanya dinding sel Sel tidak teratur, bentuk berubah-ubah karena tidak adanya dinding sel
Mempunyai plastida Tidak mempunyai plastida
Mempunyai ukuran sel yang lebih besar dibandingkan dengan sel hewan Ukuran sel lebih kecil dibandingkan dengan sel tumbuhan

DAFTAR RUJUKAN

Asnani.2009.Biology struktur dan fungsi sel. diunduh dari http://biology.blogspot.com/2009.Sabtu , 2 Oktober. 21:35

Campbell, Neil A, Reece, Jane B, G. Mitchell, Lawrence, Alih bahasa, Rahayu Lestari…[et al.].2002. BIOLOGI. Jilid 1. Jakarta: Erlangga (118-119)

Crayonpedia.2008. Perbedaan sel hewan dan tumbuhan. Diunduh dari http://74.125.153.132/search?q=cache:XkyBODoLUMkJ:www.crayonpedia.org/mw/4._Perbedaan_Sel_Tumbuhan_Dan_Hewan_11.1+vakuola+pada+hewan&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a. Jumat, 2 Oktober.9:35

Mohammad iqbal.2008 .Plastida. Diunduh dari http://iqbalali.com/2008/01/23/plastida/. Jumat, 2 Oktober.11:41

Diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi). Sabtu, 3 Oktober.8:33

Diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop. Sabtu, 3 Oktober. 8:34

This entry was posted on Desember 21, 2011. 11 Komentar

Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Kebun Sekolah

LAPORAN PRAKTIKUM

“Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Kebun Sekolah”

I.     TUJUAN KEGIATAN

  • Menentukan suhu udara dan suhu tanah di kebun sekolah.
  • Menentukan derajat keasaman tanah.
  • Menentukan kandungan air di dalam tanah atau daya serap tanah terhadap air.
  • Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.

II.   ALAT DAN BAHAN

a.Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat     keasaman tanah

v  Gelas ukur                                     : 1 buah

v  Sedok plastik                                : 1 buah

v  Termometer                                   : 1 buah

v  Cawan petri                                   : 2 buah

v  PH-meter                                       : 2 buah

v  Aquadest atau air netral                : 1 gelas

v  Tanah dari kebun sekolah             : 100 gram

v  Tanah humus                                : 100 gram

b. Menentukan kandungan air di dalam tanah atau daya serap tanah terhadap air

v  Gelas ukur                                     : 1 buah

v  Corong plastik                               : 1 buah

v  Kantung plastik                             : 3 buah

v  Kertas saring                                 : 3 lembar ( 15 cm x 15 cm )

v  Timbangan                                    : 1 buah

v  Tabung erlemeyer                          : 1 buah

v  Air bersih                                      : 300 ml

v  Tanah kebun sekolah                     : 100 gram

v  Pasir                                              : 100 gram

v  Tanah humus                                 : 100 gram

c. Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

v  Buku

v  Pena

III.        LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

a. Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat     keasaman tanah

Kegiatan:

  • Ukurlah suhu udara dan suhu tanah didalam ekosistem kebun sekolah dengan menggunakan termometer.
  • Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok makan dan masukkan ke dalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan aquadest (air netral) serta aduklah hingga rata.
  • Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok makan dan hancurkan kemudian masukkan ke dalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air aquadest (air netral) serta aduklah hingga rata.
  • Tunggulah hingga air kembali menjadi jernih dan ukurlah berapa PH atau derajat keasaman air tanah tersebut.
  • Tulislah berapa besarnya PH atau derajat keasaman kedua contoh tanah tersebut ke dalam tabel.

b. Menentukan kandungan air di dalam tanah atau daya serap tanah terhadap air

Kegiatan 1:

  • Ambillah tanah basah dari kebun sekolah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering
  • Ambillah pasir basah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering
  • Ambillah tanah humus sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering
  • Timbanglah kembali tanah dan pasir yang sudah kering
  • Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

Daya serap tanah =   x 100%

Kegiatan 2:

  • Sediakan tabung erlmeyer yang kering
  • Sediakan corong plastik dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan diatas tabung erlemeyer.
  • Tuangkan tanah yang sudah dikeringkan pada cara pertama di atas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer.
  • Ukurlah jumlah air yang menetes ke dalam masing-masing tabung erlemeyer.
  • Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai barikut:

Daya serap tanah =

c. Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

Kegiatan 1:

  • Amati jenis-jenis hewan yang dapat ditemukan dikebun sekolah.
  • Amati alat gerak, jenis makanannya dan cara reproduksinya.
  • Masukkan data hasil pengamatan ke dalam tabel.

Kegiatan 2:

  • Amati jenis-jenis tumbuhan yang hidup dikebun sekolah.
  • Amati cara hidupnya dan cara berkembang biaknya.
  • Masukkan data hasil pengamatan ke dalam tabel.

VI.      HASIL PENGAMATAN

a. Hasil pengamatan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah

v  Suhu udara kebun sekolah 30o c

v  Suhu tanah kebun sekolah 27o c

b. Hasil pengamatan besarnya PH atau derajat keasaman tanah kebun sekolah dan tanah humus

 

No

Jenis tanah

PH

Asam atau basa

Subur atau tidak subur

1.

Tanah kebun sekolah

6

Asam

Tidak subur

2.

Tanah humus

8

Basa

Subur

c. Hasil pengamatan daya serap tanah terhadap air sebagai berikut:

Tanah kebun sekolah

Diketahui:

  • Tanah basah 100 gram
  • Tanah yang sudah dikeringkan 60 gram
  • Air yang dituangkan 100 ml
  • Air yang menetes 51 ml

Ditanya: Daya serap tanah terhadap air?

Jawab:

Daya serap tanah =

=

=

= 49%

Pasir

Diketahui :

  • Ø Berat awal pasir 100 gram
  • Ø Berat akhir pasir 110 gram
  • Ø Air yang dituangkan 100 ml
  • Ø Air yang menetes 64 ml

Ditanya: Daya serap pasir terhadap air?

Jawab :

Daya serap tanah =

=

=

= 36%

Tanah humus

Diketahui :

  • Berat awal tanah humus 100 gram
  • Berat akhir tanah humus 115 gram
  • Air yang dituangkan 100 ml
  • Air yang menetes 47 ml

Ditanya: Daya serap tanah humus terhadap air?

Jawab :

Daya serap tanah =

=

=

= 53%

 

 

 

 

 

 

  1. Hasil pengamatan jenis-jenis hewan yang hidup dikebun sekolah

No

Nama hewan

Tempat hidupnya

Alat geraknya

Jenis makanannya

Cara reproduksinya

1.

Semut Tanah Kaki Herbivora Ovipar

2.

Belalang Udara Sayap Herbivora Ovipar

3.

Nyamuk Udara Sayap Darah Ovipar

4.

Cacing tanah Tanah Tubuh Sisa bahan organik Hemafprodit

5.

Lalat Udara Sayap Omnivora Ovipar
  • Hewan yang tergolong herbivora pada kebun sekolah yaitu semut dan belalang.
  • Hewan yang tergolong omnivora pada kebun sekolah yaitu lalat.
  • Hewan yang berperan sebagai decomposer atau pengurai yaitu cacing tanah.
  1. Hasil pengamatan jenis-jenis tumbuhan yang hidup dikebun sekolah

    No

    Nama Tumbuhan

    Cara berkembang biaknya

    Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh hewan dan manusia

    Jumlah Tumbuhan

    Akar

    Umbi

    Biji

    Batang

    Tunas

    1

    Singkong ü Umbi 1 rumpun

    2

    Nanas ü Buah 1 rumpun

    3

    Rumput ü - 25

V.   PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

B.     Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

a. Individu

Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan  sebuah pohon.
b. Populasi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.

c. Komunitas

Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.

d.  Bioma

Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Contoh :

  1. Bioma Gurun
  1. Bioma Hutan Hujan Tropis
  2. Bioma Tundra

e.Biosfer

Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi.

Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem buatan dan ekosistem alami. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alamiah, tanpa campur tangan manusia. Contohnya rawa, sungai dan laut. Jika suatu ekosistem sengaja dibuat manusia maka disebut ekosistem buatan. Contohnya ekosistem sawah, kebun, kolam, waduk dan akuarium.

C. Komponen-komponen pembentuk ekosistem

1. Abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:

a.Suhu.

Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.

b. Air.

Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.

c. Garam.

Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.

fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.

e. Tanah dan batu.

Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.

f. Iklim.

Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

2. Biotik

Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Heterotrof / Konsumen

Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

  1. Pengurai / dekomposer

Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:

  1. aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  2. anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
  3. fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur[4]. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air

C.    Ketergantungan

Saling kebergantungan tidak hanya terjadi antar komponen biotik. Saling kebergantungan juga terjadi antara komponen biotik dan abiotiknya.

  1. Rantai makanan
    Perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan   urutan tertentu disebut rantai makanan

 

  1. D.    Pelestarian Ekosistem

Keanekaragaman makhluk hidup perlu dijaga supaya ekosistem menjadi stabil. Semakin beranekaragam makhluk hidup dalam suatu ekosistem, semakin stabil ekosistem tersebut. Flora dan fauna alami yang terdapat di hutan perlu dilestarikan karena merupakan sumber plasma nutfah (plasma benih). Sumber plasma nutfah dapat dimanfaatkan untuk mencari bibit unggul bagi kepentingan kesejahteraan manusia. Upaya perlindungan keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindug dan kebun raya. Untuk mencegah kepunahan makhluk hidup, kadang diperlukan pemeliharaan untuk mengembangbiakannya, yang disebut dengan penangkaran. Pemeliharaan dapat dilakukan secara in situ dan ex situ. Pemeliharaan in situ adalah pemeliharaan yang dilakukan di habitat aslinya. Pemeliharaan ex situ adalah pemeliharaan yang dilakukan di luar habitat aslinya, misalnya di kebun binatang.

VI.   KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa tanah yang berada di kebun sekolah merupakan jenis tanah yang kurang baik untuk ditanami tumbuhan karena tanah yang terdapat pada kebun sekolah tersebut mempunyai PH 6 yang berarti bahwa  tanah tersebut berPH asam dan merupakan golongan tanah yang tidak subur dan dapat juga diilihat dari warna tanah yaitu berwarna kuning dan tekstur tanah juga gersang. Diketahui  bahwa jenis tanah yang baik adalah tanah humus dengan PH 8 karena banyak mengandung unsur hara dengan warna tanah yang hitam dan jenis tanah humus merupakan tanah yang subur untuk ditanami tumbuhan.

Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin padat partikel tanah maka semakin banyak air yang dapat diserap oleh tanah tersebut. Tanah humus merupakan jenis tanah yang baik karena tanah humus dapat menyerap air lebih banyak dibandingkan dengan tanah kebun sekolah dan pasir berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan. Tanah humus baik untuk ditanami tumbuhan karena partikel tanahnya  yang padat. Hal ini bukan berarti jenis tanah yang lainnya tidak baik untuk tanaman akan tetapi hanya kurang baik saja. Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan juga dapat disimpulkan bahwa “semakin padat partikel tanah maka semakin banyak air yang dapat diserap oleh tanah tersebut, sebaliknya agak renggang partikel tanahnya maka semakin sedikit air yang diserap oleh tanah tersebut. Dapat disimpulkan juga bahwa jenis tanah juga mempengaruhi daya serap air tanah tersebut.

Dari hasil pengamatan hewan yang hidup di kebun sekolah yaitu semut, belalang, nyamuk, cacing tanah, dan lalat. Serta tumbuhan yang hidup di kebun  sekolah yaitu singkong, nanas, dan rumput.

VII.   RUJUKAN

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem

http://www.kathy-lilia.blogspot.com/2007_06_01_archive.jpg

 

This entry was posted on Desember 9, 2011. 3 Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
This entry was posted on November 30, 2011. 3 Komentar